<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7645603541378914622</id><updated>2011-04-21T13:13:01.621-07:00</updated><category term='pendidikan'/><title type='text'>e-book gratis</title><subtitle type='html'>Berbagi ilmu dan pengetahuan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nakula-nakula.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7645603541378914622/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nakula-nakula.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nakula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13479956942186399464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7645603541378914622.post-8588288781647099821</id><published>2009-03-21T10:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T10:31:53.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR'AN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bukan suatu keanehan bila sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dengan kode-kode tertentu. Alam juga mengajarkan kepada manusia tentang adanya periode-periode tertentu yang selalu berulang, terstruktur dan sistematis, misalnya, orbit bulan, bumi dan planet-planet, lintasan meteorit dan bintang-bintang, DNA, kromosom, sifat atom, lapisan bumi dan atmosfer, dan elemen kimia dengan segala karakteristiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Al-Qur'an adalah suatu mahakarya yang sangat hebat, diturunkan untuk menjadi pedoman umat manusia, berlaku hinggga alam semesta runtuh. Ia menggambarkan masa lalu, sekarang dan masa depan dengan cara yang menakjubkan. Prof. Palmer seorang ahli kelautan di Amerika Serikat mengatakan "Ilmuwan sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Qur'an beberapa tahun yang lalu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Walaupun begitu, tidak semua orang dapat memperoleh hikmah. Bagaimana kita bisa memahami keindahan al-Qur'an tanpa mengetahui ilmunya? Contoh yang paling sederhana adalah ayat 68-69 Surat Lebah atau an-Nahl, yang menceritakan aktivitas lebah "mendirikan sarang dan mencari makan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ayat tersebut menggunakan bentuk kata kerja femina, karena memang yang mencari makan dan membuat sarang adalah lebah betina. Lebah jantan diberi makan oleh lebah betina, bukan sebaliknya. Jangankan masyarakat di abad ke-7, masyarakat di abad ke-21 pun tidak tahu bagaimana cara membedakan lebah jantan dengan lebah betina? Terlebih, memahami bahwa lebah betinalah yang mencari makan, bukan sebaliknya. Jika Surat an-Nahl merefleksikan lebah betina dengan bentuk kata kerja femina. Lebah jantan digambarkan oleh al-Qur'an pada nomor suratnya, yaitu bilangan 16. bilangan 16 ini adalah banyaknya kromosom lebah jantan, sedangkan jumlah kromosom lebah betina diketahui berjumlah 32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Konon, seorang ilmuwan non-Muslim yang ahli bahasa Arab, ketika mencari-cari kesalahan gramatika al-Qur'an, menemukan "kesalahan" ayat ini. Menurut dia, seharusnya ayat 68 dan 69 Surat an-Nahl berbentuk maskulin, bukan femina. Karena sepengetahuannya, lebah jantanlah yang keluar rumah untuk mencari makan dan bekerja. Dia sama sekali tidak paham karakteristik lebah, yang baru diketahui oleh pengetahuan manusia di abad belakangan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Al-Qur'an selalu merujuk kepada (banyak) alam semesta atau `ālamīn, di mana sains saat ini baru menghasilkan satu hipotesis dan model tentang multiple universe. Seruan al-Qur'an tentang kebenaran sangat universal -timeless and spaceless- dialamatkan kepada seluruh umat manusia dan golongan jin. Kadang-kadang al-Qur'an menyebutkan mahluk yang ada di (banyak) bumi dan di (banyak) langit -yang bermakna segenap mahluk yang telah diketahui maupun yang belum diketahui. Barangkali al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang seruannya ditujukan kepada manusia dan mahluk alam gaib (jin). Kritikus al-Qur'an mengatakan, "Mengapa tidak sekalian saja dialamatkan kepada iblis, atau evil?" kritikus itu lupa atau mungkin tidak tahu bahwa iblis dan syetan adalah salah satu ras dari golongan jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Setiap ayat, bahkan jumlah ayat atau kata, dan nama surat merupakan kebijakan abadi. Ia mempunyai beberapa lapisan pengertian, sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan manusia yang membacanya.&lt;br /&gt;      Kita lihat, misalnya, salah satu ayat dari Surat ar-Rahman, yang membahas tentang air; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Dia membiarkan kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing". (ar-Rahman[55]:19-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sedikit penafsir yang mengartikan ini adalah tanah genting yang tidak terlihat. Penafsir lainnya menyebutkan bahwa air tawar di sungai dan air asin di lautan bertemu namun tidak saling melampaui karena perbedaan kepekatannya. Sampai di sini terjemahan belum bermasalah. Keterangan lebih lanjut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Fenomena menarik adalah apa yang diungkapkan oleh seorang ilmuwan Prancis Jacques Yves Cousteau yang meneliti berbagai lautan di dekat Selat Jiblartar, ditemukan bahwa pertemuan antara air dari Laut Mediteranian (Laut Tengah) dengan air dari Lautan Atlantik tidak bercampur, walaupun keduanya air asin. Salinitas yang berbeda menghasilkan "dam" yang tidak terlihat. Air Laut Tengah dengan salinitas di atas 36,5% dan temperature sekitar 11,5 derajat Celcius, terisolasi di kedalaman 900 sampai 1100 meter. Sedangkan air yang berasal dari Lautan Atlantik mempunyai salinitas di bawah 35%, membungkus air Laut Tengah dengan temperature di bawah 10 derajat Celsius. Fenomena ini adalah fenomena khusus yang baru-baru saja ditemukan oleh pengetahuan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berikutnya adalah fenomena menarik tentang pembentukan mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      "Dari keduanya keluar mutiara dan marjan" (ar-Rahman [55]:22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Para penerjemah dua puluh tahun yang lalu, dengan satu atau dua pengecualian, menerjemahkan "marjan" dengan "batu koral". Padahal mayoritas ahli tafsir mengartikan dengan marjan, yang mengandung mutiara kecil yang lebih berkilau. Tetapi ahli tafsir modern, misalnya Sayyid Quthb, berbicara tentang "batu koral". Disadari bahwa banyak ahli tafsir yang menghadapi persoalan dengan ayat ini. Menurut pengetahuan mereka pada waktu itu, mutiara hanya datang dari air laut. Padahal ayat ini barangkali menjelaskan bahwa mutiara bisa terbentuk baik di dalam air laut maupun air tawar. Bagaimana bisa? Abu Ubaidah, seorang penulis terdahulu, sangat yakin bahwa mutiara hanya datang dari air laut, sehingga ia mencoba berkelit untuk menafsirkan ayat tersebut dengan sesuatu yang lain. Maka ia menulis, "Mutiara hanya datang dari salah satunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tetapi kini telah diketahui bahwa mutiara bisa terbentuk di dalam air tawar. Encyclopedia Britanica, Micropodia 1977, menulis bahwa di sungai-sungai rimba Bavaria (Eropa) mutiara dibudidayakan. Bahkan budidaya mutiara air tawar di Cina telah dikenal sejak sebelum tahun 1000 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7645603541378914622-8588288781647099821?l=nakula-nakula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nakula-nakula.blogspot.com/feeds/8588288781647099821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nakula-nakula.blogspot.com/2009/03/ilmu-pengetahuan-dalam-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7645603541378914622/posts/default/8588288781647099821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7645603541378914622/posts/default/8588288781647099821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nakula-nakula.blogspot.com/2009/03/ilmu-pengetahuan-dalam-al-quran.html' title='ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR&apos;AN'/><author><name>nakula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13479956942186399464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
